Tampilkan postingan dengan label KataHati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KataHati. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Mimpiku....(Boleh minta tafsiran...?)

Kawan, pernahkah kalian bermimpi yang tidak bisa kalian lupakan?Saya yakin pasti kalian pernah.
Seperti saya beberapa waktu tadi...

Begini ceritanya;
Suatu waktu saya dikaruniai demam, dan akhirnya saya memutuskan untuk tidur sejenak :D, dan beberapa saat kemudian saya bermimpi.
Saya melihat diri saya bersama ayah dan ibu saya mengenakan baju putih di atas sebuah beranda rumah yang semuanya berwarna putih... lalu kami melihat matahari muncul dengan warna jingga. Suasana terlihat begitu cerah... Tiba-tiba matahari tersebut makin besar  dan makin bersinar, sinarnya berwarna putih, lalu menyinari sekeliling kami hingga semuanya berwarna putih. Bukannya silau, saya malah berdiri tegap -seolah-olah hendak mendekati matahari itu- di beranda tersebut lalu menikmati matahari yang semakin menyinari saya hingga semua tertelan dalam sinarnya tersebut, saya pun tertelan dalam sinar matahari itu...

anehnya saya tersenyum...saya begitu menikmati sinaran matahari tersebut....


Kira-kira ini pertanda apa yah?
adakah yang bisa menafsirkan......?
jika ada, terima kasih...semoga Allah merahmatimu dan keluargamu...:)

setelah bangun, saya merasa begitu tenang dan bahagia...

A facebook status updated by ザーヘル ラマダーン

A facebook status updated by  ザーヘル ラマダーン

Generally we believe our Memory is weak.

But when we want to forget someone a Lot,

We begin to realize how powerful our Memory is!


Indah sekali status ini :)
(menurut saya lho...)

Senin, 26 Desember 2011

Renunganku

Ketahuilah Saudaraku, 
Ada Prinsip-Prinsip Dasar Yang Tak Boleh Dilanggar Saat Kau Berjalan Menuju Alloh ‘Azza Wa Jalla. 
Penting Kau Catat Bahwa Orang-Orang Terpilih Saja Yang Menghabiskan Hidup Untuk Perjalanan Melelahkan Ini. 
Bila Engkau Ditakdirkan Menjadi Sebagian Dari Mereka, Maka Bersukacitalah, Dan Berusahalah Istiqomah Diatasnya.

Minggu, 25 Desember 2011

Mengapa Han Mulan?

Karena Mulan tetaplah wanita.
meski ia tangguh, keras seolah tak punya rasa iba, bahasanya tegas, serius, dan ekspresinya kaku dengan pandangan yang tajam, atau...ia bisa memerintah dengan suara lantang ratusan pasukan yang kesemuanya laki-laki,


Diam-diam...saat semuanya telah pulas, sunyi pun mulai merambati malam, ia menangis.
Hatinya letih dan lemah, ada sudut kecil dan sempit yang kosong, dala kalbunya.
Yah...sebab dia seorang wanita. Lemah dalam kuatnya, lembut dalam tegasnya.

*Aku pernah mengatakan kepada kawanku-dalam diskusiku dengannya-bahwa kuatnya wanita dan pria itu berbeda. Jika kuatnya pria serupa kuatnya beton, maka kuatnya wanita serupa kuatnya karet. Kuatnya pria keras dan kaku, mudah retak, dan retaknya parah...sedangkan kuatnya wanita sebab ia bisa bertahan dan 'kembali ke semula'...seolah tak terjadi apa-apa...

:)

He chose her, I choose Him.


An extra cold rain of today.


He knows, He understands. :)

Sabtu, 24 Desember 2011

Untuk kesekian kalinya, Ibu...

Aku pengagum senja,namun bukan yang di wajahmu
aku bisa lupa makan dengan sekedar mengingat senyummu
aku bisa insomnia menanti rentetan cerita harimu yang indah
aku bisa bangun dengan wajah berseri cukup dengan mengingat semangatnya suaramu

Ibu,
aku tak bisa langsung memberi apa-apa yang kau mau,
namun aku bisa usahakan sedikit hal untuk mengundang senyummu,
lalu kau tenang, pun itu membuatku tenang.

Selasa, 20 Desember 2011

Sabarlah....

"Kesabaran. Kuncinya kesabaran," kataku mengulangi ucapan ibuku dari jauh sana. Ada banyak hal yang membuat seseorang berhenti sebelum garis finish, salah satu yang paling ampuh adalah kurangnya kesabaran. Wajar memang. Ketika kita melakukan suatu pekerjaan yang rutin, badan dan pikiran kita akan berputar-putar di sekitar itu juga. Apalagi kalau ada oknum yang mengekang dan hanya memberi sedikit lahan variasi dan inovasi. Siapapun akan mudah menyerah dan pergi. Lalu membangun alasan untuk menjaga muka. Lantas, di luar lingkaran itu, ia akan berteriak lega, "itu memang bukan jalanku, hakku untuk meninggalkannya!"

Oke, kembali lagi, tiba-tiba aku ingat nasihat salah seorang saudaraku yang begitu baik. Ia dengan pelan, seraya tersenyum, berbisik kepadaku, "Berdirilah, berjalanlah, lalu pelan-pelan berlarilah...! Kesannya kamu kok rela menyesal seumur hidupmu daripada bersabar selama 4 tahun?Banyak yang mendukungmu, yang mencintaimu, yang mendoakanmu siang dan malam... Kenapa kau tidak mengingat mereka? Jangan egois yah..."
Aku masih tidak bisa lupa kata-kata halusnya yang tegas itu. Dan aku bisa bernafas lega saat mengingatnya.







Semoga Allah menjaga semua orang-orang baik yang hadir dalam kehidupanku; ibu ayah kakak serta keluargaku semuanya, sahabatku, saudaraku, serta kawan-kawanku, serta kepada orang yang pernah bercokol setahun dalam hatiku yang seharusnya belum ia tempati (alhamdulillah, hanya di hati, tidak sampai diketahui ybs :D)
Kalian membentuk diriku.

Peluklah Yakinmu

Biarkan langit tahu kuatnya yakinku, pun yakinmu.


Peluklah keyakinanmu yang tiada berwujud itu,
genggam erat di hati dan tanganmu,
maka ia akan menghadiahkan sesuatu untukmu; yakni perwujudan dirinya, dalam rupa yang tiada pernah kau sangka sebelumnya...


duapuluhsatudesemberduaribusebelas
Di bawah langit malu-malu dan sembab

Selasa, 21 Juni 2011

Top 10 Myths about Introverts



 Came across this post on the IRate blog authored by a fellow Trini and figured I’d share since I consider myself to be an introvert. Look out for my musings on Celibacy and why Girls Don’t run the world over the next week.



Myth #1 – Introverts don’t like to talk.
This is not true. Introverts just don’t talk unless they have something to say. They hate small talk. Get an introvert talking about something they are interested in, and they won’t shut up for days.



Myth #2 – Introverts are shy.
Shyness has nothing to do with being an Introvert. Introverts are not necessarily afraid of people. What they need is a reason to interact. They don’t interact for the sake of interacting. If you want to talk to an Introvert, just start talking. Don’t worry about being polite.



Myth #3 – Introverts are rude.
Introverts often don’t see a reason for beating around the bush with social pleasantries. They want everyone to just be real and honest. Unfortunately, this is not acceptable in most settings, so Introverts can feel a lot of pressure to fit in, which they find exhausting.



Myth #4 – Introverts don’t like people.
On the contrary, Introverts intensely value the few friends they have. They can count their close friends on one hand. If you are lucky enough for an introvert to consider you a friend, you probably have a loyal ally for life. Once you have earned their respect as being a person of substance, you’re in.



Myth #5 – Introverts don’t like to go out in public.
Nonsense. Introverts just don’t like to go out in public FOR AS LONG. They also like to avoid the complications that are involved in public activities. They take in data and experiences very quickly, and as a result, don’t need to be there for long to “get it.” They’re ready to go home, recharge, and process it all. In fact, recharging is absolutely crucial for Introverts.



Myth #6 – Introverts always want to be alone.
Introverts are perfectly comfortable with their own thoughts. They think a lot. They daydream. They like to have problems to work on, puzzles to solve. But they can also get incredibly lonely if they don’t have anyone to share their discoveries with. They crave an authentic and sincere connection with ONE PERSON at a time.



Myth #7 – Introverts are weird.
Introverts are often individualists. They don’t follow the crowd. They’d prefer to be valued for their novel ways of living. They think for themselves and because of that, they often challenge the norm. They don’t make most decisions based on what is popular or trendy.



Myth #8 – Introverts are aloof nerds.
Introverts are people who primarily look inward, paying close attention to their thoughts and emotions. It’s not that they are incapable of paying attention to what is going on around them, it’s just that their inner world is much more stimulating and rewarding to them.



Myth #9 – Introverts don’t know how to relax and have fun.
Introverts typically relax at home or in nature, not in busy public places. Introverts are not thrill seekers and adrenaline junkies. If there is too much talking and noise going on, they shut down. Their brains are too sensitive to the neurotransmitter called Dopamine. Introverts and Extroverts have different dominant neuro-pathways. Just look it up.



Myth #10 – Introverts can fix themselves and become Extroverts.
Introverts cannot “fix themselves” and deserve respect for their natural temperament and contributions to the human race. In fact, one study (Silverman, 1986) showed that the percentage of Introverts increases with IQ.


Sabtu, 11 Juni 2011

mencuri-curi waktu mengupdate blog~~

Audrey......tante kangeen......

udah besar kali yah si Audrey?
apa kabarmu Audrey?
masih seneng pake jilbab kan?
masih takut sama dolls yah?

tante kangeeeen bangeeet...
masyaAllah.....
T.T

Kamis, 09 Juni 2011

Antara Wanita, Cinta, dan Pria (Semua Atas Nama Cinta)

Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda :
Tentang Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda : Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah)... atas nama cinta

Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa... tetap saja : atas nama cinta -

Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya.

Ini juga : atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih. Dengan cinta sakit menjadi obat, dengan cinta yang mati akan menjadi hidup, dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh.

Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin...salah langkah.

Bila aku salah, atau artikel ini tak berkenan, mohon maaf. Itu saatnya aku untuk dikritisi. Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih) tolong untuk para ikhwan (atau yang merasa sebagai muslim).

Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tetapi itulah fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Namun, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) namun suka karena diperhatikan "lebih".

Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label : ta'aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu! Ada beda persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus. Beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan"

Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah! Antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf 'alaihi sallam. Tetapi antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak seperti Casanova karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah. Segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa!

Minggu, 22 Mei 2011
23.30 WIB Jakarta

Rabu, 08 Juni 2011

Dilemma................

atau.....


A nice day...

alhamdulillaah....hari ini saya cukup bahagia setelah jalan-jalan ke Planetarium dan Mekarsari...awalnya saya merasa kurang sehat, tapi setelah bercengkrama dan bercanda dengan teman2, saya merasa lega dan segar.

dan satu hal yang begitu indah...yap,Cileungsi, yang terletak di kawasan Cibubur, sebelas-duabelas dengan Makassar, semua yang ada di sana, pertokoan dan warung2 sederhana di pinggir jalan serupa dengan yang ada di Makassar...jadi sepanjang perjalanan terasa pulang kampung...yah..seems like going home...^^

dan satu hal yang tak kalah penting, hatiku mulai bersih..dan al isyq yang menyerang telah perlahan-lahan terkikir dari hatiku...


itu saja dulu ya kawan....

Selasa, 07 Juni 2011

uas~uas

assalaamu'alaykuum bloggies.....minggu ini saya menjalani ujian akhir semester, makanya saya mungkin tidak akan update my-blog dalam beberapa hari ini.
saya mohon doanya,...

jazakumullaahu khaer....
^^,

Menjaga Hati....

ketika al isyq menyapa...
mashaAllah, sulit menjaga diri...

yah, benarlah, al isyq sangat berbahaya ketika ia berada di luar pagar. ia menjalari hati yang menyimpan nama orang yang belumlah halal untuk dicintai... bukankah itu bencana?~
astaghfirullah...semoga Allah mengampuni apa yg telah saya lakukan akhir-akhir ini. saya benar2 tertimpa ujian, ujian yg menuruti apa yg saya inginkan, yakni saya mengagumi seorang hamba...lalu ia didekatkan pada saya...namun bukan diwaktu dan tempat yang tepat...

"Duhai Rabb sang Maha Pencinta...
hamba serahkan hati ini untuk kau genggam..
lepaslah pada masa dan ke siapa yang Engkau inginkan...
namun dekaplah ia seeratnya sebelum waktunya ia Engkau lepas...
agar tak jatuh ke lembah cinta diluar nikah...

jagalah hati ini ya Rabb...
sungguh dunia ini penuh ujian...
aku takut hilang lalu terperosok ke dalam siksaan, na'udzubillah....
bukankah sang pencinta akan bersama dengan yang dicintainya?
maka mampukanlah aku untuk menjaga hati...
agar kelak aku bertemu dengan orang yg senantiasa menjaga hatinya pula...
yang diri dan hatinya tidak diperuntukkan kepada siapapun yang belumlah halal untuknya...

Engkaulah yang Maha Mendengarku ya Rabb......"



Rawamangun, tujuhjuniduaribusebelas

Rabu, 01 Juni 2011

Kata hati......

#Siang terik menyelimuti Jakarta tiga jam yang lalu, menggiring semut-semut bermesinnya berjejer himpit-himpitan  di atas aspal beku. Aku mengamati dari jauh dan menyeleksi satu per satu semut menderum yang mengkilap, tidak terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa pemiliknya, atau sekaligus pengendara dan pemiliknya berdompet tebal. Kalau lampu merah menyala, muncul satu satu atau serombongan kepala-kepala kumal di sela-selanya, membawa segulung koran atau kecrekan lalu berseru atau bersenandung. Meminta penghidupan.

#Sore sejuk menyelimuti Jakarta hari ini, meniupkan angin ninabobo dari sela-sela jendela sempit yang menempel ajeg satu meter dari lantai kamarku. Anginnya menari lemah gemulai mengelus-ngelus kelopak mataku dari atas ke bawah lalu kabur lewat jendela yang bertengger di atas pintu. Di luar terdengar jelas nyanyian air langit mengetuk atap rumah, sesekali menjahili jendela yang kacanya berkabut tipis dan berusaha menyamarkan stiker-stiker debu yang tak mau lepas di bagian luarnya.
Aku mengabaikan godaan sang angin, meskipun sejuknya memaksa untuk memejamkan mata dan berpetualang dalam mimpi sejenak. Aku mau menulis kata hati....
~~~
MasyaAllah...tiap akhir pekan pasti terulang,
yes, repeated, the same actions,
#1.someone waves on me, and I say 'b'careful'"
#2.some other waves and says "gubbai"
#3. some other says "oh...sista, now u're alone, b'careful ya..."
and...the circumstance is now silent...there're only me and myself(and God, of course)
me n myself,
semua orang pulang...


tapi,semoga sentiasa tiada kecemasan dalam situasi begini...bukankah ada Dia yang setia menemani?


 "al Qur'an surah Al Baqarah ayat 115, "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.""
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~




and....maybe you will address a question, "why did you choose the -inkless pen-?"
and I'll yell loudly, "yeah....because I don't want an -empty pen wannabe-. =D"

cukup sederhana, ketika sebuah pena adalah pena bertinta, maka sewaktu-waktu tintanya akan habis,
sedangkan inkless pen~ ia tak memiliki tinta, tak perlu khawatir akan habis, sebab tintanya adalah cinta (ehm)
sebab menulis tidak serta merta hanya butuh tinta dan kertas...tapi ia butuh hati,otak,dan tangan yang akur, serta cinta yang berbicara, sekalipun yg menulis sedang dalam keadaan marah, bukankah cintanya(yang sedang redup atau terluka) yang sedang menggerakkannya?


Rawamangun-duajuniduaribusebelas.
(kertaskertasdiatasmejaberserakan)

~~~~~~~~~~~~~~~~

wah...tak terasa sudah jam 2.16 dini hari!

humpf, mau gak mau malam ini menjdi sleepless night,,
sorry to my netbee...you ought to work hard tonight, accompanying me  and my ridiculous feeling,
netbee...really, I give thank to Allah for giving you,,

btw, it's so hard to say your heart sayings,
though it's your heart's need,,
and....it is a must to throw smile to every direction with a hurt heart.

Rabu, 11 Mei 2011

Salammu...

Aku ingin memberi salam padamu,
sesaat sebelum aku pergi,
lalu kuberimu bunga
kumintamu mengirimkan wanginya,
Ketika pagi dan malamku hangat,
Di bawah langit dimana mataku penat dan hidungku tersekat,

Aku masih merajut selimut untuk mimpimu,
untuk interogasi manismu di ujung petang,
saat keresahan-keresahan hati kita bertengger di dahan-dahan kepala,
Ketika payah dan letih menumpahi paru-paru,

Aku hanya ingin mendengar salammu,
seberapa waktu sebelum Orion dan Sentaurus berdansa,
Di atas negeri kemarau.

Selasa, 10 Mei 2011

I don't care your floppy care

Mengatakan 'I don't care', bagi seorang introvert, bisa berarti teriakan "mohon jangan ganggu saya" darinya, atau mungkin ungkapan "setrika bajumu sendiri, tidak perlu repot-repot mempermasalahkan baju lusuhku." Seorang introvert cenderung tidak ingin berpanjang lebar dalam mengatakan sesuatu, dan bahkan ia akan mengusahakan kalimat sesingkat mungkin yang bisa membuatmu paham maksudnya dengan tanpa menyakiti hatimu. Nah, I don't care inilah yang merupakan realisasi ter-hebat dari kalimat yang ia usahakan seminimal mungkin.

Pernyataan 'I don't care' saat berada dalam suatu perkara sebenarnya tidak sekedar bermaksud kalau sesorang TIDAK mau peduli dengan keadaan itu. Akan tetapi hal ini lebih kepada ketidak inginan individu tersebut untuk memPERMASALAHkan hal itu pada saat itu. Sayangnya, orang-orang disekelilingnya, entah karena ketidak dewasaan nalar individu tersebut, atau dengan memunculkan egoisme kita katakan, orang-orang itulah yang belum dewasa, mereka cenderung memojokkannya, menganggapnya benar-benar sudah jauh 'tersesat' ke dalam ketidak pedulian yang akan membawanya pada kesialan seumur hidup yang berujung pada neraka yang akan melahapnya habis, padahal tidak sama sekali!

Patut setiap orang ketahui bahwa ada saat dimana puncak keletihan dan kejenuhan membebani hati dan pikiran seseorang, sedangkan ia tetap berusaha aktif dalam aktivitasnya dengan sedikit topeng orang kuat yang ia kenakan. Namun, tentu saja, hatinya yang terpancar ke wajahnya, tidak akan bisa berbohong, rintihannya tetap terdengar, 'aku letih'. Sadisnya, orang-orang sekelilingnya seolah menutup mata, tidak melihat signal itu dari diri orang tersebut dan langsung menghakiminya dengan vonis mematikan, "kau harus peduli!, ini masa depanmu!". Tentu saja, orang tersebut akan semakin memperjelas teriakan 'I don't care'-nya sebagai notifikasi bahwa ia tidak ingin  diganggu, atau tidak ingin membahas hal tersebut hingga ia lebih kuat, atau lebih tepatnya, ia mengatakan, "tak punya kah kau urusan yang lebih penting dibanding urusanku ini?" Perlu juga untuk diketahui orang-orang, ada kalanya sesorang punya masalah dan demi harkat ia tidak membiasakan diri membaginya, ia berusaha menjadi kuat dengan menyimpannya dan berharap untuk melupakannya, nah, masalah inilah yang sedang menggantung di otaknya, hingga membuatnya mengeluarkan kalimat yang memiliki makna antara letih dan berusaha kuat, "I don't care", yang bisa dipanjangkan menjadi, "I don't care your floppy care, at this time"

Senin, 09 Mei 2011

Catatan Harian Ibu

Nak, ingin Ibu bagi beberapa kata ini untukmu…
tahukah engkau,
ketika engkau lahir, serasa Allah menggenggamkan kepadaku segenap langit dan bumi,
kutatap wajahmu dengan penuh kepuasan dan rasa syukur,
ah,betapa gembiranya aku,
engkau benar-benar pelita hari-hari gelapku, penyemangat hari-hari sepiku,
Nak, wajah lugumu menjadi nafas hijau dalam menjalani hari-hariku,
kutaruh harapan di setiap bagian tubuhmu,
kelak engkau akan sukses dan menjadi cahaya ibu, ayah, dan dunia
Nak, hari-hari yang sebenarnya,kadang ibu ingin mengikatnya, andai bisa…
agar tidak beranjak dan membawamu jauh,
…ternyata datang juga,
anakku sayang yang dulu kecil mungil, lugu, dan selalu tertawa renyah saat kupeluk, kini tlah dewasa,
anakku sayang yang dulu berjalan tertatih, kini tumbuh dengan badan tegap dan gagah,
Nak, hari yang kau tunggu-tunggu, namun sebenarnya berat bagiku, kini tiba juga,
semua barang-barangmu telah kau kumpulkan dalam tas besarmu,
tinggallah baju kanak-kanakmu yang tersisa satu-satu, yang mengkisahkan gerak lincahmu saat masih balita, kini terlipat rapi di dalam lemari,
Kau akan pergi Nak…,mencari ilmu di tanah seberang…
Ibu sejujurnya sangat bahagia,
namun…sekali lagi, anakku sayang …kini engkau akan pergi…
…….
Nak, kini kau jauh, mungkin kini sedang sibuk belajar atau bercengkrama dengan teman-temanmu,
entahlah Nak,
yang penting bagi Ibu, engkau sedang bahagia,
Nak,tahukah engkau,
Ibu tidak akan lemah, Ibu tidak akan berhenti berjuang untukmu,
uang kuliahmu, uang sehari-harimu, semua akan tertutupi,
ibu janji..
Nak, tahukah engkau,
Ibu dan ayahmu kini sudah terbiasa dengan yang namanya ikan kering, asal engkau di sana makan enak,
tidak apa-apa nak, tiap hari Ibu mungkin berjualan keliling, dan ayah berangkat subuh pulang malam  untuk menggarap sawah sepetak, agar engkau bisa membeli apa yang kau inginkan,
tenanglah Nak, tidak apa-apa, asal engkau bahagia, asal engkau menjadi orang,
tenanglah Nak, Allah akan menolong Ibu…
Nak, semangat Ibu tidak akan redup,
mengapa?
karena bahan bakarnya selalu ada,
ketika ibu dan ayah bekerja keras hingga mandi keringat setiap hari, lalu kami berhasil mengumpulkan uang untuk membiayaimu, maka semua serasa terbayar, semangat kami pun semakin memuncak,
ketika Ibu lelah dan hilang semangat, lalu kudengar suaramu, meskipun sebentar, sebab engkau mungkin sedang sibuk, yah, Ibu pun mengerti, namun itu sudah cukup untuk menguatkan Ibu..
yah, alhamdulillah…anakku baik-baik saja…
dan kadang-kadang pula engkau pulang, mungkin setahun sekali…
Ibu rasanya ingin menggenggam waktu…agar Ibu bisa terus memandangmu…
namun ibu tidak berdaya, hari-hari pun serasa berlari, hingga waktu kembali membawamu jauh dari Ibu…
tapi tidak apa-apa Nak…asal engkau bahagia…
Tahukah engkau Nak…
usia ibu semakin senja,
namun ibu tetap yakin akan melihat engkau pulang dengan membawa wajah kesuksesan, buah dari doa-doa dan kerja keras Ibu dan ayah selama ini,
namun, jika usia Ibu tidak sampai pada masa itu, cukup doamu yang kutunggu nak, semoga engkau ingat…bahwa cinta ibu sangat tulus…
sangat tulus…
sampai-sampai Ibu pun tidak bisa menggambarkannya…
mungkin hanya Allah-lah yang tahu Nak…
Nak…ibu juga ingin agar engkau selalu ingat, bahwa ada seorang wanita yang begitu menyayangimu, sampai-sampai kalau kamu sakit, nafasnya pun ingin ia bagi untukmu…
itulah Nak…betapa ibu mencintaimu…
Anakku…tiap tahajud, Ibu akan selalu mendoakanmu…
Anakku…semoga Allah menjagamu…
hingga suatu masa tiba, perjalanan hidup membawamu kembali…